ASSALAMUALAIKUM DAN SELAMAT SEJAHTERA

SELAMAT DATANG KE LAMAN BLOG SAYA.






Wednesday, April 14, 2010

DENDAM



Selagi kail, jala dan pukat
masih wujud
selagi itulah dendam ikan
tidak akan lenyap
tidak akan padam

disebabkan kail, jala dan pukat
ikan terpisah
dari sungai dan laut
tempat ia menikmati
kebebasan hidup

disebabkan kail, jala dan pukatlah
ikan terperangkap
tanpa sempat untuk menyelinap
di celah batu karang
atau di lubuk gelap

pada kail, jala dan pukat
adalah dendam zaman berzaman
entah bila akan lenyap
enntah bila akan padam.

Wadi Leta SA
 Utusan Zaman, 3 Julai 1988

POLITIK BELANTARA




harimau: sebelum engkau mati

tinggalkan buatku belangmu

dan sedikit wasiat

bagaimana mahu memerintah

sebuah belantara

di mana kezaliman dan kebiadaban

bermaharajalela

gajah: sebelum engkau mati

wariskan buatku gadingmu

dan sekelumit nasihat

bagaimana mahu berdiplomasi

dengan warga belantara

yang terkenal degil dan haloba

kancil : sebelum engkau mati
titipkan buatku ilmumu
dan secebis pedoman
bagaimana mahu meloloskan diri
dari ancamann dan cengkaman
politik belantara.

Wadi Leta SA
Dewan Sastera, April 1980



SAMBIL MENUNGGU TUA



SAMBIL MENUNGGU TUA




Sambil menunggu tua

di beranda ini

aku duduk membaca

umurku yang lepas

sambil mencari-cari

di manakah ia bersembunyi.


SESUDAH BERTAHUN-TAHUN

Sesudah bertahun-tahun

mengembara

meninggalkan asal

aku ingin kembali

pada muda

pada diriku yang dulu putih



Wan A. Rafar

1980

Sunday, March 7, 2010

PEREMPUAN

Perempuan
gadis
dan wanita
mana teladan
Aishah
dan Khadijah
kalian simpan?

Anai-anai


Dengan gigi kecil
dan kaki sabar
anai-anai mengangkut debu-debu tanah
menghimpun dan membina sebuah istana
keras dan teguh

Tiba-tiba
istana itu diruntuhkan
dengan bahasa muafakat
dan kegigihan kerajinan
anai-anai tidak pernah mengaku kalah
dibinanya semula istana
lebih indah dan gagah
alangkah baiknya
jika waja itu berada dalam jiwa kita

PADAMKAN API PERSELISIHAN

Jangan biarkan ia
terus menyala dan membakar
pohon-pohon persaudaraan
yang tegak berdiri sejak berzaman
subur merimbun di taman kehidupan
lenturkan kehangatannya
dengan jirusan kata bicara ramah
bermakna
ikhlas mengalir dari kolamhati
penuh keinsafan kemanusiaan
pengertian dan kasih sayang
mendalam

Padamkan api itu
usahlah lagi meniup fitnah
yang meranapkan kepercayaan
meruntuhkan tembok kebenaran
segeralah kembali bersatu
jalinkan kasih erat
sebelum kehancuran
sebelum damai
dijemput pulang

SELEPAS BANJIR - Mohd Kassim Mahmud, kota Tinggi, Johor

Buih sengsara
masih berapungan
di laut hidup

Awan duka
masih bertebaran
di atmosfera ketentuan

Sampah derita
masih merayap
di halaman pertimbangan

Peta kewarasan
masih berlumpur
di kamar keliru

Airmata pedih
masih menitis
di tikar harapan

Hanya pohon iman
tak tersungkur
di alur takdir.